Mengajak Kebaikan Tidak Harus Menjadi Ustadz
Bimbingan IslamWed 28 Muharram 1439AH 18-10-2017AD 10:32 am Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan di antara ciri-ciri umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini mengingat firman Allah Ta’ala: كُنتُم خَيرَ أُمَّةٍ أُخرِجَت لِلنّاسِ تَأمُرونَ بِالمَعروفِ وَتَنهَونَ عَنِ المُنكَرِ وَتُؤمِنونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَو آمَنَ أَهلُ الكِتابِ لَكانَ خَيرًا لَهُم ۚ مِنهُمُ المُؤمِنونَ وَأَكثَرُهُمُ الفاسِقونَ “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dimunculkan untuk manusia. Kalian mengajak kepada kebaikan dan melarang dari yang mungkar, serta kalian beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali ‘Imran 3:110) *Kondisi Kaum Muslimin yang Seharusnya* Dalam ayat ini diterangkan bahwa status umat Muhammad ini akan senantiasa baik dengan dua unsur agung: Pertama, amar makruf dan nahi mungkar yang terus digalakkan. Amar makruf dan nahi mungkar merupakan benteng agama. Ajaran ini termasuk ajaran yang tidak dilaksanakan oleh Bani Israil. Abu Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa Ra...